Ibu Uni, Seorang lansia yang berjualan tempe

Ibu Uni dan suaminya menerima paket bantuan

Umurnya yang sudah 69 tahun tidak menghentikan Ibu Uni untuk bekerja mencari nafkah. Dia dan suaminya yang sudah berumur 70 tahun masih bekerja memproduksi tempe, makanan tradisional yang terbuat dari tempe yang difregmentasi. Andi seorang volunteer dari koperasi KOMIDA mengatakan walaupun Ibu Uni memiliki masalah dengan kakinya dan selalu menggunakan tongkat untuk membantunya berjalan tetapi dia memiliki semangat yang tinggi untuk bekerja.

Mereka menjual tempe mereka sendiri. Suami Ibu Uni biasanya berjalan berkeliling dan menjual tempe mereka kepada para tetangganya sedangkan Ibu Uni hanya berjualan di rumahnya. Ibu Uni merasa ketakutan pada waktu mengetahui bahwa salah satu dari tetangganya positif terjangkit COVID-19. Ibu Uni berkata bahwa dia sebenarnya ingin berhenti bekerja, berhenti memproduksi dan menjual tempe karena dia tahu bahwa dia rentan terpapar akan virus COVID-19 ini. Walaupun Ibu Uni menjual tempe di rumahnya, tetepai seperti biasanya banyak pembeli datang dan berkumpul dirumahnya dan Ibu Uni merasa tidak aman dengan hal ini. Tetapi Ibu Uni dan suaminya tidak dapat berhenti memproduksi dan menjual tempe karena mereka sangat membutuh uang untuk dapat bertahan hidup. Dia ingin menggunakan masker tetapi dia tidak dapat membelinya.

Dia merasa sangat bahagia pada saat Andi datang kepadanya dan memberikan bantuan tunai dari ADRA sebesar Rp1.500.000. Dia begitu gembira karena dia dapat berhenti bekerja dan bertemu dengan orang-orang untuk sementara waktu agar terhindar dari COVID-19. Dia juga senang karena mendapatkan satu paket alat kebersihan seperti satu lusin masker wajah, hand sanitizer dan beberpa sabun. Ibu Uni menangis pada saat dia menerima bantuan tunai dan paket alat kebersihan. Dia berkata bahwa Tuhan telah menjawab doanya.

Selain itu juga Andi memberikan kepadanya satu poster besar dan memasangnya didinding luar rumahnya. Poster ini menjelaskan bagaimana memjaga para lansia agar aman dari ancaman COVID 19 jadi lewat poster ini Ibu Uni dan suaminya dapat mengetahui apa yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan selama masa pandemi ini. Bukan hanya mereka yang dapat membaca poster ini tetapi juga para tetangga disekeliling mereka. Hal ini akan menambah kewaspadaan mereka terhadap COVID-19.

Setelah lewat beberapa hari, Andi datang dan mengunjungi mereka untuk memberikan dukungan psikologi. Sebenarnya dukungan psikososial ini dapat diberikan lewat telepon tetapi karena masalah signal telepon maka Andi harus mengunjungi mereka secara langsung. Saat kunjungan itu Andi melihat bahwa mereka berdua telah menjalankan protokol menghadapi COVID-19 yang sudah pernah dia jelaskan pada kunjungan sebelumnya. Mereka selalu menggunakan masker dan selalu mencuci tangan mereka dengan sabun. Mereka juga menggunakan hand sanitizer pada saat diperlukan. Kunjungan Andi membuat mereka sangat senang. Mereka dapat berbagi perasaaan mereka, ketakutan dan harapan-harapan mereka dengan Andi.

Andi senang karena dia dapat menjadi bagian dari tim relawan dalam program ini. Andi berkata dia juga merasa terharu dan menangis pada saat melihat keluarga ini menangis pada waktu menerima paket bantuannya. Ini merupakan pengalaman hidup yang Andi tidak terlupakan seumur hidupnya.

Leave your comment