Kisah Daratolona

Dorotola berjualan rotan di pasar. Foto ini diambil sesaat sebelum wawancara

Ibu Daratolona berusia 70 tahun. Bersama suaminya, ia tinggal jauh di desa terpencil yang berjarak puluhan kilometer dari pusat keramaian kota Palu, Sulawesi Tengah.

Setiap hari suami Daratolana harus mencari hasil hutan seperti rotan muda untuk dijual. Rotan muda ini dibawa oleh Daratolana kepasar yang dibuka setiap hari Rabu dan Sabtu setiap minggunya. Ia harus menempuh perjalanan yang cukup jauh, berjalan kaki kurang lebih 5km sebelum ia mendapatkan angkutan umum yang akan mengantarkannya sampai ke pasar. Seperti biasanya, Ibu Daratolana hanya sanggup membawa 2 ikat rotan untuk dijual. Harga rotan muda ini pun hanya dijualnya seharga Rp25,000 per ikat. Tidak banyak yang ia dapatkan dari hasil berjualan rotan ini tetapi hanya ini yang dapat mereka lakukan untuk bertahan hidup sehari-hari.

Rumah Daratolona

Ibu Daratolona tidak tahu apa itu COVID-19, “saya tidak sekolah jadi saya tidak tahu apa-apa”. katanya.
Setelah mendengarkan penjelasan dari ADRA, Ibu Dorotola mengerti, apa itu COVID-19 dan bahayanya, terlebih untuk mereka yang sudah lanjut usia seperti dia dan suaminya. Ibu Daratolona yang selalu bertemu dengan orang banyak selama perjalannya dari kampungnya ke Pasar dan pada saat dia berjualan dipasar akan sangat mudah terpapar dan terjangkit virus ini.
Ketika diminta untuk tinggal dirumah untuk sementara waktu, Ibu Daratolana tidak keberatan, ia sangat bersyukur dan berterimakasih atas perhatian yang ADRA berikan untuk dia dan suaminya. Uang bantuan yang diterimanya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari seperti membeli beras, ikan, dan kebutuhan dapur lainnya tanpa harus berjualan dulu selama dua bulan.
Semenjak kasus pertama COVID-19 di Indonesia di umumkan pada awal maret 2020 yang lalu, sudah ribuan orang yang terjangkit serta ratusan jiwa menjadi korban. Saat ini, virus ini telah menyebar ke semua provisi di seluruh Indonesia. Untuk mencegah penyebaran, pemerintah telah mengajurkan untuk setiap orang untuk bekerja, belajar dan beribadah dari rumah saja. Bahkan diberbagai tempat pembatasan sosial berskala besar telah dijalankan. Hal ini berarti akan ada banyak yang akan kehilangan penghasilan mereka terlebih mereka yang bekerja disektor non formil seperti ibu Dortolona ini yang hanya mendapatkan penghasilan mereka dari bertemu dengan orang banyak.
Saat ini diluar sana masih banyak yang lanjut usia seperti Ibu Daratolona yang dengan berbagai alasan masih tetap harus bekerja untuk bertahan hidup. Mereka dapat ditemukan mana-mana, di pasar-pasar traditional dan disudut-sudut jalan raya. Mereka bukan hanya miskin, tetapi juga tua dan sangat rentan.

Daratolona dan suaminya mengenakan masker yang diberikan oleh ADRA, Mereka telah menerima bantuan uang tunai untuk kebutuhan dasar mereka. Sekarang mereka tetap bisa tinggal di rumah.

Ibu Daratolona adalah salah satu dari penerima bantuan respons bencana ADRA di Palu Sulawesi tengah, daerah yang masih berjuang untuk kembali pulih setelah terdampak bencana tsunami tahun 2018 lalu. Respons yang sama juga sementara dilakukan ADRA di Jakarta dan sekitarnya. Bantuan dana kebutuhan pokok sehari-hari khususini diberikan untuk mereka yang lanjut usia dari kalangan masyarakat yang paling kecil yang masih aktif bekerja diluar rumah, agar dapat tetap tinggal dirumah saja dan bebas dari ancaman COVID-19 ini.

Saat pemerintah dan masyarakat saling bahu membahu untuk mengatasi bencana ini. Semoga wabah ini cepat berlalu!

Leave your comment