Peter Latuasan dari desa Jono Oge

Di waktu yang lalu Peter dan istrinya mengelolah 6 petak sayur-sayuran di kebunnya dan juga memelihara kambing setiap hari, tetapi gempa bumi dan liquifaksi telah menghancurkan bukan hanya di area tempat tinggalnya tetapi juga menghancurkan kebun sayurnya dan juga peternakan kambing dibelakang rumahnya.


Selama 13 hari, bersama dengan anggota keluarganya, istrinya dan anaknya tinggal dipinggir jalan tanpa tenda dan bergantung dari sisa makanan dan air yang dia ambil dari reruntuhan rumahnya tanpa memperdulikan airnya bersih atau tidak. Dan pada akhirnya dia memutuskan untuk bergabung dengan sisa komunitasnya yang hidup di tempat penampungan di Pombewe dan menumpang ditempat pengeringan jagung milik tetangganya.


Pada hari ke 15, ADRA datang dan mendistribusikan shelter kits dan bersama dengan anggota keluarganya dia membangun tempat tinggal sementara untuk keluaraganya. Pada malam hari mereka tidur diatas tanah tanpa alas kasur dan selimut. Untuk memenuhi kebutuhan makanan keluargannya, Peter mencari pekerjaan sebagai pekerja kasar dan jika terpaksa dia akan memohon pinjaman dari keluarga orang tuanya.

To meet the family’s food needs, Peter sought work as a laborer and if forced he would ask for a loan from his parents.


Saat ini, Peter bersama dengan 58 keluarga yang lain di tempat pengungsian Pombewe telah menerima bantuan sebesar rp. 10.000.000 Peter menggunakan uang tunai ini untuk memulai mata pencaharian keluarganya. Bersama dengan istrinya mereka setuju untuk membeli 3 kambing jantan dan 2 kambing betina dan satu anak babi. Agar supaya kambing-kambingnya dapat tumbuh sehat dan gemuk, Peter menggunakan tanah keluarganya untuk menanam rumput gajah dan pohon gamal untuk makanan kambing.


Dia mengelolah dan sebesar Rp. 10.000.000 juta tersebut untuk memulai usaha mata pencahariannya dan menyisihkan uang sebesar 1.000.000 untuk tabungan. Peter tidak tergoda untuk menggunakan dana tersebut untuk hal-hal yang tidak menghasilkan termasuk membangun tempat tinggal sementara untuk keluarganya. Dia lebih memilih mencari pohon kelapa di daerah terjadinya liquifaksi untuk membangun tiang-tiang rumahnya dan mengumpulkan zeng dan plywood bekas untuk membangun rumahnya lagi.

Terimakasih ADRA sudah datang membantu kami. Tidak hanya mendistribusikan naungan sementara saja tetap juga membantu kami untuk bangkit dengan mengembalikan mata pencaharian kami sehingga kami dapat menghasilkan pendapatan kami sendiri tanpa bergantung pada bantuan makanan yang berkelanjutan.

Saya percaya jika saya mengelolah dengan baik bisnis peternakan saya akan sukses dan akan menggunakan kembali dana ini untuk bisnis berikutnya lagi.