Sosialisasi dan Nonton Bareng Tentang Bangunan Tahan Gempa (Metode Verro Cement) dan Merehab Rumah Rusak (Retrofit)

Sebelum memulia program pembangunan Posyandu, tim rekonstruksi melakukan kegiatan nonton bareng di desa-desa yang akan dibangun Posyandu sebagai bentuk sosialisasi tentang rekonstruksi bangunan tahan gempa dan memberi pemahaman baru kepada masyarakat tentang cara memperbaiki rumah yang rusak dengan metode retrofit tanpa harus merubuhkan bangunan tersebut. Maksud dan tujuannya ialah menyampaikan informasi yang belum banyak diketahui oleh masyarakat di pedesaan sehingga memberi pemahaman baru agar kelak nantinya memberi dampak terhadap keberlanjutan pembangunan khususnya di desa. Kegiatan sosialiasi tersebut pertama dilakukan di desa Binangga, kecamatan Marawolapada Rabu 21 Agustus 2019 di Gedung Aula Desa yang dihadiri oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Dalam sosialisasi tersebut, tim juga menyediakan sesi tanya jawab (diskusi) kepada siapa saja yang ingin bertanya. Disela diskusi, salah satu warga yang berprofesi sebagai tukang bangunan yaitu Wahidin, mengungkapkan bahwa baru kali ini menyaksikan video yang menayangkan tentang membangun bangunan tahan gempa dan menjelaskan cara memperbaiki rumah yang rusak berat tanpa harus membongkarnya. Menurutnya kegiatan seperti ini sangat bagus, sebab memberi wawasan baru bagi masyarakat khususnya bagi para tukang.

Tim juga menjadwalkan kegiatan yang sama pada Kamis 22 Agustus 2019 di halaman kantor desa Baluase, kecamatan Dolo Selatan. Dari awal pemutaran video hingga sesi diskusi, warga yang datang menghadiri saat itu begitu menikmati dan mengamati sestiap sesinya. Hingga kepala desa Baluase (Ridwan) mengutarakan 1 pesan permintaan kepada ADRA Indonesia tentang salah satu warganya yang bernama Saprudin (penerima manfaat program bedah rumah) yang rumahnya tersebut telah dibangun (sebelum gempa 28/09/2019) belum sempat ditempati karena hancur akibat gempa bumi kala itu. Kepala desa menyampaikan agar kiranya ADRA dapat membantu 1 warganya tersebut yang menurutnya sangat layak untuk mendapatkan bantuan berupa rumah hunian yang layak.

Pada kesempatan itu, tim rekonstruksi juga menyampaikan tentang rencana pembangunan 1unit Posyandu dengan metode verro cement dengan menampilkan gambar Posyandu lalu menjelaskannya kepada warga.

Jumat 23 Agustus 2019, tim rekonstruksi (Wandi & Mukhlis) mendatangi kepala desa Salua untuk membicarakan kepastian pilihan membangun Posyandu atau Sekolah. Saat di temui di kantor desa Salua, kepala desa menyampaikan bahwa pihaknya lebih menginginkan agar dibangunkan sekolah. Sebab ia melihat kondisi para siswa yang kini begitu prihatin dengan kondisi bangunan sekolah yang rusak. Juga berada dalam zona rawan bencana (banjir) yang sewaktu-waktu bisa datang jika curah hujan tinggi sehingga tentu berpengaruh terhadap keberlangsungan proses belajar mengajar.