Kesehatan yang Lebih Baik

Proyek “Kesehatan yang Lebih Baik melalui Intervensi WASH (Water Sanitation and Hygiene)” akan memenuhi kebutuhan kebersihan langsung dari 365 rumah tangga di zona yang terkena dampak Sulawesi Tengah. ADRA mengantisipasi menargetkan rumah tangga di Sigi tetapi akan fleksibel untuk mengisi kesenjangan di Palu dan Donggala. Untuk memenuhi kebutuhan ini kegiatan membutuhkan dana 3 bulan. Melalui kegiatan ini penerima yang terkena dampak gempa bumi dan tsunami akan memiliki akses ke alat kebersihan dasar untuk meningkatkan praktik kebersihan untuk meminimalkan risiko kesehatan mereka.

 Diharapkan dari proyek ini adalah dapat mencegah penurunan kesehatan untuk perempuan, laki-laki. Setelah berkonsultasi dengan populasi yang terkena dampak semua wanita dan anak perempuan di usia menstruasi diberikan pembalut yang sesuai untuk kebersihan menstruasi. ADRA Indonesia terlibat langsung dalam implementasi termasuk bekerja sama dengan masyarakat, distribusi peralatan, promosi kebersihan dan pelaporan akhir. Kegiatan ini akan dibangun berdasarkan respons awal ADRA Indonesia di Sulawesi Tengah dan pengalamannya dalam program serupa. ADRA telah mendirikan kantor di Palu dan mulai menyediakan peralatan perlindungan bagi penduduk yang terkena dampak juga telah meluncurkan program WASH. Tim ADRA Indonesia memiliki para sukarelawan gereja yang terlatih yang tinggal di zona yang terkena dampak yang telah mendukung ADRA.

Dengan pendanaan MFAT, ADRA akan melengkapi proyek WASH yang ada yang didanai oleh DFAT dengan perlengkapan kebersihan dan promosi kebersihan tambahan untuk pemanfaatan konten secara optimal. 

Pada 10 Oktober, dilaporkan bahwa 2.045 orang diketahui telah meninggal, lebih dari 10.679 telah terluka parah dan 835 orang masih hilang; mungkin ada 5.000 kematian lainnya yang dilaporkan dalam beberapa hari mendatang. Lebih dari 67.310 rumah rusak parah atau hancur oleh gempa bumi, tsunami dan pencairan, menyebabkan sekitar 330.000 orang (sekitar 165.000 perempuan; 2.904 lansia di atas usia 65 tahun, di mana 1.659 perempuan) tanpa tempat berlindung yang memadai. Jumlah pengungsi internal (IDP) diperkirakan akan terus meningkat karena penilaian Pemerintah Indonesia sedang berlangsung, dan banyak daerah tetap tidak dapat diakses karena tanah longsor dan kerusakan infrastruktur termasuk jalan dan jembatan. Ada 82.775 orang terlantar yang tinggal di pemukiman yang tersebar di dekat rumah mereka yang hancur dengan akses terbatas ke layanan penyelamatan jiwa termasuk WASH.