Proyek ECHO

Provinsi Sulawesi Tengah di Indonesia menjadi saksi dahsyatnya gempa bumi dengan kekuatan 7,4 Skala Richter yang diikuti oleh tsunami dan menyebabkan kerusakan yang sangat parah. Gempa ini berdampak terhadap 1,9 juta orang, menewaskan lebih dari 1.948 orang, melukai 10.679. Diperkirakan 65.733 rumah rusak, dan lebih dari 74.444 orang mengungsi. Operasi penyelamatan korban oleh Tentara dan berbagai lembaga pemerintah dan masih tetap berlangsung di banyak tempat diikuti dengan bantuan bantuan di kamp-kamp pengungsi sementara. Negara ini belum saja pulih dari dampak gempa bumi Lombok baru-baru ini telah menghadapi bencana besar lainnya yang mempengaruhi seluruh mesin pemerintah yang dipaksa untuk meminta dukungan dari masyarakat internasional.

Bencana ini telah menciptakan kebutuhan kemanusiaan yang besar dalam bentuk Tempat Tinggal, makanan, kesehatan, WASH, komunikasi, logistik dan kebutuhan rumah tangga penting lainnya seperti bantuan non pangan (NFI).

Dengan dukungan ECHO, ADRA fokus memberikan bantuan kemanusiaan di 15 desa di Kabupaten Sigi, di provinsi Sulawesi Tengah. Tindakan ini adalah untuk memenuhi kebutuhan kemanusiaan yang paling penting dari tempat tinggal, Kebutuhan non pangan dan Pangan. Untuk mengatasi tantangan ketahanan pangan di wilayah yang ditargetkan, total 35.00 KK (14.000 orang) akan diberikan bantuan pangan darurat yang memenuhi standar minimum 2.100 Kkal per hari per orang. 2.000 keluarga (8.000 orang) akan diberikan bantuan tempat penampungan darurat (shelter kit) yang paling dibutuhkan untuk melindungi mereka dari cuaca buruk dan hujan. Mempertimbangkan ancaman risiko lanjutan, juga akan disediakan alat kebersihan sebagai bantuan NFI (bantuan bukan makanan) untuk 2.000 keluarga (8.000 orang).

Salah satu alat kebersihan adalah ember dengan tutupnya yang akan memungkinkan para keluarga penerima bantuan mengambil dan menyimpan air untuk konsumsi domestik mereka. Intervensi ini akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, lembaga kemanusiaan lainnya dan mitra ECHO untuk sinergi dan menghindari duplikasi dan tumpang tindih bantuan.