Gempa Lombok 6.4 SR - 712 terpal untuk naungan sementara

Pada hari Minggu pagi tanggal 29 Juli 2018 terjadi gempa berkekuatan 6,4 pada skala Richter pada 06:47 WITA Gempa yang mengguncang Pulau Lombok, terutama di Lombok Timur yang terkena dampak parah. ini terjadi pada kedalaman episentrum kurang dari 10 km Orang-orang dari Pulau Sumbawa dan Pulau Bali merasakan guncangan hebat yang juga dirasakan oleh orang-orang di Jawa Timur

Gempa ini menyebabkan banyak rumah runtuh, setidaknya jumlah terakhir mencapai 17 orang meninggal. Anak-anak sekolah mengalami trauma dan tidak ingin bersekolah meskipun pada tanggal 2 Agustus telah diumumkan sebagai hari pertama kembali ke sekolah. Mereka ingin menunggu hingga Senin berikutnya. Tidak ada guru yang berani mengajar saat ini. Orang lebih suka tidur di brugak (sejenis pondok khas Lombok).

Seorang lelaki tua diselamatkan dari reruntuhan rumahnya dan menerima perawatan medis dengan berbagai jahitan di kepalanya, bibir atas dan telinga kiri. Dia saat ini tinggal di tenda yang didirikan di seberang jalan di depan rumahnya. Tim ADRA mendekati lelaki tua yang duduk di sebelah tenda darurat yang telah didistribusikan oleh ADRA Indonesia. Putranya menjelaskan kondisi ayahnya saat berbicara dan ayahnya tampak lambat menanggapi pertanyaan yang diberikan kepadanya. Mungkinkah itu karena dampak tertabrak dinding yang runtuh saat gempa bumi? Kami diajak memasuki rumah untuk melihat lokasi tembok yang menimpa lelaki tua itu. Kami berdoa dan berharap bahwa kondisi lelaki tua ini dan ratusan korban lainnya yang terluka dapat secara bertahap pulih setelah menerima perawatan kesehatan dan perawatan penyembuhan trauma.

Pada 3 Agustus 2018, ADRA Indonesia bermitra dengan Forum Pemuda Sukadana dalam mendistribusikan 712 bantuan kemanusiaan, 16.452 meter tali, 274 kg paku, dan 548 palu untuk 548 keluarga di Desa Sukadana, Kabupaten Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Barat Tenggara (NTB). Pada akhir distribusi, Tim ADRA berkeliling untuk bertemu dengan para pengungsi yang mulai membangun tenda darurat dari terpal ini. Semoga bantuan ADRA Indonesia dapat meringankan beban para pengungsi dan memberikan kehangatan dan perlindungan dari angin malam yang dingin dan hujan serta teriknya matahari di siang hari.

Laporan ini ditulis oleh Kyriakos Erlan, ADRA Logistics Indonesia, Respon Gempa Bumi Lombok