Bangkit untuk mengurangi Risiko Bencana

Latar Belakang

Enam tahun lalu (17 Juli 2006), di desa Pangandaran dan beberapa daerah pesisir selatan di Jawa dilanda tsunami. Beberapa LSM telah bekerja di tingkat kabupaten tetapi orang-orang Pangandaran tidak memiliki pemahaman yang jelas dan rencana evakuasi darurat. Banyak yang hilang, termasuk anak-anak sekolah, tanpa peringatan awal dan rencana evakuasi, meskipun tsunami Aceh pada tahun 2004 telah membawa pelajaran besar untuk khususnya masyarakat di Aceh dan Indonesia sebagai umum. Sekalipun ada InaTEWS (Sistem Peringatan Dini Tsunami Indonesia) yang sudah mapan, Indonesia masih kekurangan alat-alat yang terintegrasi seperti sirene dalam focal point yang dipasang dan rencana pengurangan risiko berbasis masyarakat. Faktanya, dalam kebanyakan kasus, korban adalah lebih banyak perempuan dan anak-anak.

Solusi Inovatif

Proyek COMRADE berfokus pada perempuan dan anak-anak sebagai penerima manfaat utama. Penerima manfaat laki-laki terlibat dalam peran sebagai pemimpin untuk membentuk satu komite pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat (PRB) di tingkat desa dan kecamatan. OPRB (Organisasi Pengurangan Risiko Bencana) Pangandaran secara resmi berfungsi untuk mengembangkan rencana kesiapsiagaan dan tanggap darurat desa. Sebagai hasilnya, Bersama dengan ADRA Indonesia, OPRB telah membantu dua sekolah dasar untuk memiliki prosedur operasional standar pertama untuk kesiapsiagaan bencana dan respons bencana di sekolah yang disosialisasikan dan melibatkan komite guru-orang orang tua siswa, siswa, serta pemangku kepentingan lainnya. Sebagai pendekatan penyembuhan trauma, seorang warga negara Rusia-Jerman mengajukan diri sebagai penasihat budaya untuk melibatkan siswa dalam permainan tradisional. Melalui proyek ini, personel OPRB dan Badan penanggulanan bencana daerah Ciamis, bersama dengan pelatih dari BPBD Bantul, mampu memperbaiki bangunan repeater kecamatan yang rusak di dekatnya oleh proyek GTZ sebelumnya. Simulasi tsunami untuk masyarakat direncanakan secara sistematis untuk mengukur kesadaran dan partisipasi masyarakat setempat.

Hasil Berkelanjutan

Melalui proyek ini, personel OPRB dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ciamis, bersama dengan pelatih dari BPBD Bantul, dapat memperbaiki repeater yang rusak terdekat dengan yang dibangun oleh proyek GTZ sebelumnya. Simulasi tsunami massal yang sistematis direncanakan dan dilakukan, ini untuk mengukur kesadaran publik dan partisipasi lokal dalam tanggap darurat.   

 Pengembangan Manajemen Respons Berbasis Masyarakat Tentang Bencana (COMRADE) Pangandaran, Kabupaten Ciamis - Jawa Barat Desember 2011-Juli 2012.