Bangkit untuk sanitasi total

Latar Belakang

Orang Lombok mengantungkan nasib mereka dalam sektor pariwisata sebagai salah satu sektor untuk pertumbuhan ekonomi mereka. Sementara Lombok semakin menjadi rumah kedua bagi pengunjung, kondisi sanitasi akan memberi tahu tentang perkembangan masa depan mereka. Desa Tumpak, yang terletak di pantai selatan Pulau Lombok, perlu menjadi daerah yang bebas buang air besar sembarangan (ODF) untuk mendukung visi mereka sebagai tujuan wisata yang indah. 

Solusi Inovatif

Tim sanitasi desa yang mapan dan terlatih telah bekerja keras untuk mensosialisasikan visi desa ODF dengan memicu dan menyajikan temuan serta kualitas tujuan kepada 250 penduduk. Dengan dukungan dari pemerintah daerah, melalui kunjungan dari rumah ke rumah, program sekolah yang sehat, pengolahan air, dan studi banding serta ritual keagamaan, para pemimpin telah mengkampanye pentingnya dan manfaat CLTS 5 pilar yang melibatkan seluruh masyarakat untuk mempraktikkan perilaku yang higienis dan bersih.   

Hasil Berkelanjutan

Batu Totok, satu dari 14 dusun di desa Tumpak, dinyatakan sebagai dusun yang bebas ODF 100%. Sebelumnya penghuninya tidak memiliki akses ke jamban dan hanya keluarga kepala dusun yang punya. Inaq Sobri, seorang wanita tua buta yang tinggal di gubuk bambu, mengatakan, "Yang sehat tidak ingin membuat toilet sendiri, tetapi saya mau melakukannya," merasa bersalah karena buang air besar di dekat tepi sungai yang airnya biasanya digunakan untuk wudhu (ritual membersihkan bagian tubuh sebelum shalat di masjid). Survey akhir yang dilakukan di desa Tumpak memberikan hasil yang sangat baik dimana terjadi perubahan yang besar dalam pilar CLTS, sebagian besar ODF (dari 15% menjadi 50%) dan pengolahan air rumah tangga (dari 28% menjadi 88%). 

Proyek Promosi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (CLTS) DesaTumpak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara BaratNovember 2011-Juli 2012

{{ brizy_dc_image_alt uid='wp-1b86637bb5511cf19f204b41ca3de92f' }}