Promosi CLTS - Central Lombok, West Nusa Tenggara

Hasil Proyek WATER yang baru-baru ini dilakukan di daerah yang sama, desa Tumpak, dianalisa dan ditemukan bahwa mereka membutuhkan sanitasi lingkungan yang lebih baik untuk membuat kebiasaan sehat, dan serta menjadikan desa yang lebih baik. Salah satu keunikan desa Tumpak adalah mereka buang air besar di lapangan terbuka, dekat rumah mereka. Ini adalah sumber penyebaran penyakit terutama saat hujan.

Mahyudin adalah salah satu anggota tim sanitasi yang mewakili tiga dusun. Setelah menghadiri pelatihan CLTS dengan sesi transek, pengetahuan, keterampilan dan kesadarannya tentang kebersihan sanitasi meningkat. Sebelum mengikuti pelatihan, ia dan keluarganya buang air besar di sungai tidak jauh dari rumahnya. Dia tidak pernah tahu bahwa perilaku buang air besar sembarangan berbahaya bagi kesehatan. Melalui pendekatan CLTS, persepsinya berubah. Pada hari ketiga pelatihan, ia dan anggota tim lain yang tidak memiliki toilet membuat komitmen untuk mengamankan kotoran mereka dengan membangun toilet.

Sejak saat itu ia membagikan pengetahuan yang ia dapatkan kepada tetangganya dengan menuliskan semua informasi yang didapatnya dari pelatihan dan menempelkannya di toko bahan makanan. Dia bahkan tidak menghabiskan uang untuk toilet barunya karena dia menggunakan bahan yang ditemukan di sekitar rumahnya seperti pohon kelapa, bambu, batu, daun kelapa untuk atap dan dinding.

What he has done has followed by his neighbors. As there were four families did the same. Mahyudin not only built a toilet but also provide a trash can at his shop and the kitchen as now he knows how important the cleanliness is.